Selasa, 11 Desember 2012

Mengapa Kita Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Satupun Artinya ??


Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’an seperti yang engkau lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur’an?

Dengan tenang sang Kakek meletakkan batubara di tungku pemanas sambil berkata, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”
Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.
Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakeknya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.

Sang kakek berkata, “Aku tidak mau satu ember air; aku hanya mau satu keranjang air.
“Ayolah, usahamu kurang cukup,” sang kakek pun pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata,
“Lihat Kek, percuma!”
“Jadi kamu pikir percuma?”
Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.”

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.

“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, di dalam dan di luar dirimu.”

Rabu, 15 Agustus 2012

Kesalahan

"Seorang jenius tidak membuat kesalahan. Kekeliruan-kekeliruannya merupakan pengambilan keputusan yang dilakukan secara sadar dan merupakan jalan masuk menuju pertemuan." 


kalimat itu ditulis oleh James Joyce terkait dengan Shakespeare. namun, kita semua banyak membuat kesalahan -dan secara tidak sadar. kita membuat kesalahan karena kita manusia.

kita membuat kesalahan karena kita mengetahui terlalu sedikit; kita membuat kesalahan karena kita membayangkan kita mengetahui lebih banyak daripada yang sesungguhnya.

kita membuat kesalahan karena kita mengabaikan pentingnya sebuah momentum; kita membuat kesalahan jika kita berfikir hanya tentang saat ini.

kita membuat kesalahan ketika kita menjadi tidak sabar; begitu pula, kita membuat kesalahan ketika kita ragu-ragu. ada tindakan-tindakan bodoh; ada kegagalan-kegagalan bodoh dalam bertindak.

kita membuat kesalahan ketika kita terlalu berani; kita membuat kesalahan ketika karena takut. kita membuat kesalahan ketika kita terlalu ambisius dan ketika kita tidak cukup ambisius.

kita membuat kesalahan ketika kita membiarkan tindakan-tindakan kita terlepas dari nilai kita.

kesalahan merupakan jalan masuk menuju penemuan.

ketika kita memberikan jawaban yang salah atas pertanyaan-pertanyaan hidup yang jumlahnya tidak terbatas, kita setidaknya berada selangkah lebih dekat kepada jawaban yang benar-atau setidaknya jawaban yang benar untuk kita. 

ketika kita membiarkan diri kita kecewa karena kurang perhatian atau tidak memiliki keyakinan, perasaan bersalah yang kita rasakan adalah peringatan sehat untuk mempertahankan standar-standar dan kewaspadaan kita.

ketika kita membuat kekeliruan dan menghadapi berbagai konsekuensi dari kekeliruan kita, kita memiliki peluang untuk memahami apa yang tidak selaras, dan alasannya.

pendeknya, kita berkembang dengan membuat kesalahan.

jika kita membiarkan diri kita dikontrok oleh perasaan takut terjatuh, kita hanya bisa melewati jalan yang paling lebar dan yang paling sering dilewati. jika kita menolak membuat kesalahan, kita akan cenderung menolak mengambil peuang, kita mungkin tidak akan pernah menemukan minat atau diri kita yang paling sesungguhnya.

dan tahukah Anda????

sekalipun bermain seaman mungkin, kita tetap saja akan MEMBUAT KESALAHAN!

semua orang melakukannya

kesalahan-kesalahan tidak akan terelakkan, dan bagian dari kehidupan.

jika kita membentuk kehidupan sendiri, dan jika kita ingin kehidupan kita berbeda dan autentik, kita harus menerima fakta bahwa kita, sekali-sekali, suatu saat, akan membuat kesalahan, jadi sebaiknya kita menerimanya. akui mereka jika memang terjadi; maafkan diri kita karena membuat kesalahan; dan yang terpenting adalah belajar dari itu.

tidak ada kesalahan yang seharusnya terbuang percuma.




Selasa, 07 Agustus 2012

my newest creation ;p

This is what I called Bikini Case ;p

Come on,

Order fast ladies..

find out on Jollie Meilie :)

Kamis, 19 Juli 2012

berkemas...

berkemas selalu membuat saya memiliki harapan. setiap kali menyusun barang-barang yang saya bawa, saya seperti menyusun cerita baru. seperti membayangkan tahap demi tahapnya, satu demi satu. saya berharap ada cukup ruang untuk kejutan-kejutan yang nanti akan saya temukan di sana.

saya tak akan menyerap apa pun bila tak membiarkan diri saya kosong. saya tak akan menjadi siapa-siapa kalau tidak bisa berangkat dari pemikiran saya ini bukan siapa-siapa

identitas yang kosong membuat saya bisa leluasa menciptakan identitas baru. seperti punggung yang tak terbebani ransel yang penuh, saya bergerak dengan lebih bebas.

lalu, di setiap tempat yang disinggahi, saya bisa mengisi tas yang kosong dengan sesuatu yang bisa ditemukan di dalam perjalanan. bisa jadi itu barang-barang yang menarik, oleh-oleh, atau sekedar kumpulan brosur. tak jarang, saya memutuskan meninggalkan sesuatu yang lama untuk bisa membawa pulang apa yang baru ditemukan.

untuk menyerap lebih banyak, saya harus menyisakan ruang lebih, meninggalkan barang kesayangan, atau membuang yang usang.

dan proses berkemas membuat saya belajar itu semua.

Senin, 16 Juli 2012

kriteria memilih calon istri dan suami

Beberapa kriteria memilih calon istri
  1. Beragama islam (muslimah). Ini adalah syarat yang utama dan pertama.
  2. Memiliki akhlak yang baik. Wanita yang berakhlak baik insya Allah akan mampu menjadi ibu dan istri yang baik.
  3. Memiliki dasar pendidikan Islam yang baik. Wanita yang memiliki dasar pendidikan Islam yang baik akan selalu berusaha untuk menjadi wanita sholihah yang akan selalu dijaga oleh Allah SWT. Wanita sholihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia.
  4. Memiliki sifat penyayang. Wanita yang penuh rasa cinta akan memiliki banyak sifat kebaikan.
  5. Sehat secara fisik. Wanita yang sehat akan mampu memikul beban rumah tangga dan menjalankan kewajiban sebagai istri dan ibu yang baik.
  6. Dianjurkan memiliki kemampuan melahirkan anak. Anak adalah generasi penerus yang penting bagi masa depan umat. Oleh karena itulah, Rasulullah SAW menganjurkan agar memilih wanita yang mampu melahirkan banyak anak.
  7. Sebaiknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah menikah. Hal ini dimaksudkan untuk memelihara keluarga yang baru terbentuk dari permasalahan lain.
Beberapa kriteria memilih calon suami
  1. Beragama Islam (muslim). Suami adalah pembimbing istri dan keluarga untuk dapat selamat di dunia dan akhirat, sehingga syarat ini mutlak diharuskan.
  2. Memiliki akhlak yang baik. Laki-laki yang berakhlak baik akan mampu membimbing keluarganya ke jalan yang diridhoi Allah SWT.
  3. Sholih dan taat beribadah. Seorang suami adalah teladan dalam keluarga, sehingga tindak tanduknya akan ‘menular’ pada istri dan anak-anaknya.
  4. Memiliki ilmu agama Islam yang baik. Seorang suami yang memiliki ilmu Islam yang baik akan menyadari tanggung jawabnya pada keluarga, mengetahui cara memperlakukan istri, mendidik anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga secara halal dan baik.

memilih jodoh yang baik menentukan surga dan nerakamu...

Ada sebuah cerita berkenaan dengan pentingnya memilih suami seorang muslim. Suatu hari seseorang bertanya kepada Hasan al-Bashri, “Aku mempunya anak perempuan dan dia banyak yang melamarnya, lalu kepada siapakah aku harus menikahkannya?” Hasal al-Bashri menjawab, “Nikahkanlah kepada laki-laki yang takut kepada Allah SWT, karena jika dia mecintainya dia akan memuliakannya dan jika dia membencinya dia tidak akan menzaliminya.” [Khabar Hasan, HR Ibnu Abi Dunya, dikutip dari Majdi Fathi, al mu'asyarah az-Zaujiyah]

Kemudian Hadist Riwayat Ahmad bercerita, Rasulullah saw bersabda, “Lihatlah di mana engkau berada bersamanya, sesungguhnya dia adalah surga dan nerakamu.”

Hadist di atas bercerita bagaimana pentingnya memilih suami yang beragama agar ketika sesuatu terjadi, insya Allah jalan keluarnya adalah berupa kebaikan. Istri yang baik dan shalihah adalah kunci kesuksesan seorang suami memimpin rumah tangganya, dan suami yang bertanggung jawab lagi muslim adalah cahaya pelindung bagi kerajaan rumah sang istri

Pengikut