berkemas selalu membuat saya memiliki harapan. setiap kali menyusun barang-barang yang saya bawa, saya seperti menyusun cerita baru. seperti membayangkan tahap demi tahapnya, satu demi satu. saya berharap ada cukup ruang untuk kejutan-kejutan yang nanti akan saya temukan di sana.
saya tak akan menyerap apa pun bila tak membiarkan diri saya kosong. saya tak akan menjadi siapa-siapa kalau tidak bisa berangkat dari pemikiran saya ini bukan siapa-siapa
identitas yang kosong membuat saya bisa leluasa menciptakan identitas baru. seperti punggung yang tak terbebani ransel yang penuh, saya bergerak dengan lebih bebas.
lalu, di setiap tempat yang disinggahi, saya bisa mengisi tas yang kosong dengan sesuatu yang bisa ditemukan di dalam perjalanan. bisa jadi itu barang-barang yang menarik, oleh-oleh, atau sekedar kumpulan brosur. tak jarang, saya memutuskan meninggalkan sesuatu yang lama untuk bisa membawa pulang apa yang baru ditemukan.
untuk menyerap lebih banyak, saya harus menyisakan ruang lebih, meninggalkan barang kesayangan, atau membuang yang usang.
dan proses berkemas membuat saya belajar itu semua.
saya tak akan menyerap apa pun bila tak membiarkan diri saya kosong. saya tak akan menjadi siapa-siapa kalau tidak bisa berangkat dari pemikiran saya ini bukan siapa-siapa
identitas yang kosong membuat saya bisa leluasa menciptakan identitas baru. seperti punggung yang tak terbebani ransel yang penuh, saya bergerak dengan lebih bebas.
lalu, di setiap tempat yang disinggahi, saya bisa mengisi tas yang kosong dengan sesuatu yang bisa ditemukan di dalam perjalanan. bisa jadi itu barang-barang yang menarik, oleh-oleh, atau sekedar kumpulan brosur. tak jarang, saya memutuskan meninggalkan sesuatu yang lama untuk bisa membawa pulang apa yang baru ditemukan.
untuk menyerap lebih banyak, saya harus menyisakan ruang lebih, meninggalkan barang kesayangan, atau membuang yang usang.
dan proses berkemas membuat saya belajar itu semua.